top of page

Dukung Pengembangan Potensi Berbasis Desa di Kabupaten Sumba Barat Daya

  • Gambar penulis: Amkieltiela
    Amkieltiela
  • 10 Nov 2021
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 19 Jan 2022


Nelayan Sumba Barat Daya dan Hasil Tangkapannya

Kabupaten Sumba Barat Daya merupakan kawasan yang memiliki potensi perikanan dan pariwisata yang besar, namun potensi ini masih belum dimanfaatkan dan dikembangkan secara optimal. Untuk mengembangkan potensi berbasis desa yang efektif, maka perlu didukung dengan perencanaan pemanfaatan sumber daya laut yang optimal berbasis ilmiah. Upaya pengembangan potensi desa di wilayah Sumba Barat Daya ini sejalan dengan program pembangunan pemerintah. Namun, tantangan yang dihadapi adalah kurangnya modal keuangan dan kemampuan sumber daya manusia (pengetahuan dan kesadartahuan).


Pada bulan Februari – Maret 2021, Yayasan Padmi Yasa Mandiri (PADMI) dan William & Lilly Foundation (WLF) melakukan studi awal sosial ekonomi di 5 (lima) desa pesisir di wilayah Sumba Barat Daya. Lima desa pesisir tersebut yaitu Desa Pero Konda dan Pero Batang di Kecamatan Kodi, Desa Wainyapu dan Tana Mete di Kecamatan Kodi Balaghar, dan Desa Lete Konda di Kecamatan Loura. Desa-desa di Sumba Barat Daya memiliki hubungan yang kuat dengan alam, terutama sumber daya laut, dalam bentuk kearifan lokal dan tradisi budaya yang masih dipraktekkan hingga sekarang. Tujuan dari studi ini adalah untuk memperoleh gambaran terkini tentang kondisi sosial ekonomi dan budaya, penguasaan aset penghidupan, ancaman-kerentanan-konflik sosial, pemberdayaan masyarakat, kebutuhan masyarakat, serta pemetaan pemangku kepentingan.


Hasil kajian penguasaan aset penghidupan menunjukkan bahwa pesisir desa studi memiliki aset alam yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sumber penghidupan masyarakat di sekitarnya. Aset alam tersebut berupa ekosistem pesisir dan biota laut meliputi ekosistem mangrove, terumbu karang, padang lamun, biota laut, dan panorama pantai yang indah. Seluruh aset alam tersebut telah dimanfaatkan oleh masyarakat lokal, baik secara sosial (sumber pangan dan arena sosial), ekonomi (sumber pendapatan ekonomi), dan budaya (arena atraksi budaya/tradisi lokal). Keberadaan aset alam ini relatif merata di seluruh desa studi, hanya saja memiliki perbedaan dari konsentrasi pemanfaatan oleh masyarakat lokal. Selain aset alam, masyarakat di pesisir desa studi juga memiliki modal sosial yang cukup kuat yang ditunjukkan oleh nilai kebersamaan dan semangat kegotongroyongan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan telah dibudayakan secara turun-temurun. Salah satu tradisi yang terbilang cukup dapat membantu masyarakat dalam persoalan finansial adalah tradisi kumpul tangan dan arisan adat, sementara tradisi gotong royong telah diterapkan untuk berbagai hal misalnya keadaan duka maupun pesta, pembangunan rumah, maupun kegiatan panen di ladang/kebun/sawah.

Selain tantangan terkait dengan SDM dan finansial, tantangan lain yang juga akan dihadapi dalam pengelolaan dan pengembangan pesisir dan laut adalah tantangan terkait dengan ancaman pesisir dan laut, kerentanan sosial, serta konflik sosial yang sedang terjadi maupun yang potensial terjadi. Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat masih melakukan beberapa kegiatan ekonomi yang cenderung dapat merusak dan mengancam keberlanjutan pesisir dan laut meliputi kegiatan penambangan yang dapat meningkatkan abrasi pantai (penambangan pasir laut, karang, dan batu kubur), penangkapan ikan yang dapat merusak sumber daya dan lingkungan (pemanfaatan teknik tradisional yang cenderung menginjak terumbu karang, mencongkel karang, penangkapan dengan bom oleh nelayan luar, maupun penangkapan biota laut yang dilindungi), maupun potensial tekanan penangkapan ikan di area pesisir. Potensial tekanan ini dapat disebabkan oleh konsentrasi kegiatan penangkapan di area pesisir dan terumbu karang yang cenderung disebabkan oleh keterbatasan aset produksi dan teknik penangkapan yang dikuasai. Salah satu alasan masyarakat masih melakukan kegiatan penambangan adalah kebutuhan ekonomi, yang tidak terdukung oleh mata pencaharian alternatif yang dapat dimiliki oleh masyarakat. Selain ancaman, isu kerentanan sosial juga akan menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian khusus dalam rencana pengembangan pesisir dan laut sebagai sumber penghidupan. Kerentanan yang teridentifikasi di desa studi meliputi kerentanan kesehatan (balita & ibu hamil), ekonomi (nelayan tanpa alternatif lain), keselamatan (nelayan saat musim angin besar), keamanan (terkait dengan kriminalitas), dan gender (kekerasan terhadap perempuan). Demikian juga dengan konflik sosial terkait dengan lahan pesisir yang ada di pesisir desa studi, potensial akan menjadi tantangan pelik dalam pengelolaan.


Modal alam berupa pesisir yang sangat kaya dan indah yang didukung oleh modal sosial dengan berbagai tradisi khas dan telah dikenal sebagai objek wisata hingga manca negara menghadirkan peluang yang sangat tinggi untuk pengembangan perikanan sekaligus pariwisata berbasis masyarakat dan sumber daya alam lokal. Pengembangan ini akan mampu menjadi alternatif perekonomian dan strategi nafkah ganda untuk keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir. Kehadiran ekonomi alternatif (strategi nafkah ganda) akan dapat membantu masyarakat mengatasi isu kerentanan yang ada sekaligus menurunkan ancaman melalui pengurangan kegiatan yang bersifat merusak yang selama ini dilakukan karena kebutuhan ekonomi rumah tangga.






 
 
 

7 Komentar


Joseph Nik.
Joseph Nik.
22 Jun

I really liked how this post shows that making a difference does not always need money, but small actions and kindness can still matter a lot. It made me think about times I helped in small community cleanups at school and how even simple effort felt meaningful. During a busy term, I had used assignment writing service while managing multiple deadlines, which helped me stay on track and still take part in volunteering activities. It reminds me that even small support can create space to do more good things.

Suka

John Wick
John Wick
22 Jun

The article about making a difference beyond donations shared some practical and thoughtful ideas. I liked how it highlighted that even small actions can have a meaningful impact on people and communities. During a busy semester, I tried edit my assignment while working on volunteer project reports and managing deadlines at the same time. It reminded me that contributing time, effort, and kindness can often be just as valuable as financial support.

Suka

John Brown
John Brown
19 Jun

The article shares thoughtful ways to make a difference beyond giving money and shows how small actions can create a positive impact. I remember volunteering during college while managing several assignments, so I used help with assignment uk to complete my coursework and continue contributing to community activities. It reminded me that kindness and education can both help us grow as responsible individuals.

Suka

Zakk Daniel
Zakk Daniel
19 Jun

The post talks about “Beyond Bucks” and how making a difference is not only about money but also about small actions like volunteering, supporting others, and building stronger communities. It really shows how impact can come from everyday choices. I remember during a busy semester when I wanted to join a volunteer drive but also had exams coming up, and I used help with online exam to manage my study schedule so I could still take part without falling behind. It made me realize that even small support systems can help people balance goals and still contribute to others.

Suka

Jerome Holan
Jerome Holan
10 Mar

Program Matematika Kelas 5 dirancang untuk membantu siswa memahami konsep matematika yang sering dianggap sulit. Penjelasan runtut membuat proses belajar lebih mudah.

Suka

Yayasan PADMI Yasa Mandiri adalah lembaga non-profit yang terdaftar di bawah hukum Indonesia. Tanda Daftar Yayasan/Badan Sosial Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0015637.AH.01.04 Tahun 2020 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Yayasan Padmi Yasa Mandiri

  • Instagram

Ikuti Kami:

©2020 by PADMI

bottom of page